Minggu, 25 Januari 2009

Sheila


Mereka semua berdatangan

Mereka mencoba membuatku tertawa
Mereka mengajakku bermain
Sebagian bermain untuk bersenang-senang dan
Sebagian untuk dikenang
Dan kemudian mereka pergi
Meninggalkan aku di tengah reruntuhan permainan
Tanpa tahu yang mana harus dikenang dan
Yang mana untuk sekadar bersenang-senang dan
Meninggalkan aku dengan gema dari
Tawa yang bukan milikku
Lalu datanglah kau
Dengan caramu yang lucu
Tidak seperti orang lain
Dan kau membuatku menangis tersedu sedan
Dan tampaknya kau tidak peduli meski aku menangis
Kau bilang permainan sudah selesai
Dan menunggu
Sampai seluruh air mataku berubah menjadi
Kebahagiaan

Puisi ini aku ambil dari sebuah novel berjudul Sheila: Luka Hati Seorang Gadis Kecil oleh Torey Hayden yang baru aku baca beberapa hari yang lalu. Puisi ini ditulis oleh Sheila sendiri yang baru berumur 6 tahun dan telah mengalami banyak penderitaan hingga membuat ia menderita problem emosional. Yang membuat gadis kecil ini berbeda dari anak seumuran dengannya adalah IQ-nya di atas 180.

1 komentar: